Cerita Komik Pertama Ku


Masih inget ga si kalian dengan komik pertama???

Menurut Wikipedia Komik atau cergam adalah media yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan dengan gambar, sering digabungkan dengan teks atau informasi visual lainnya.

Sejarah komik dan kartun Jepang (manga) mengusulkan asal-usul pada awal abad ke-12. Strip komik modern muncul di Jepang pada awal abad ke-20, dan output majalah dan buku komik berkembang pesat pada era pasca-Perang Dunia II.

wow sudah lama sekali komik muncul, hingga sekarang perkembangan komik semakin pesat dan semakin banyak jenisnya. 

kalo ditanya komik pertama, pasti tidak jauh dari kenangan masa kecil. Saat kecil sebagian dari kita pasti sudah mengenal komik. dibanding dengan buku pelajaran yang membosankan, komik dengan banyak gambar terlihat sangat menarik, kan!. 

Aku ingat komik pertemaku saat duduk dibangku 1 atau 2 SD. Kebetulan sodara perempuanku adalah pengumpul komik. Waktu itu, komik terlihat seperti perpustakaan bergambar. mungkin ada 2 sampai 3 rak besar berisikan komik dengan berbagai judul dan ganre. Bahkan kadang ia membuka penyewaan komik, bisa dibayangkan seberapa banyak komik yang dikoleksinya. 

Tentu aku juga ikut meminjam, secara gratis.

Bisa dikatan komik pertama ku adalah komik Doraemon, Conan, Shinchan, dan Naruto. adapun beberapa komik yang berisi tentang romance.

 

Komik Doraemon yang becerita tentang alat-alat ajaib, keseruan petualangan Nobita dan kawan-kawan. Sangat menyenangkan, rasanya seperti ikut membayangkan bagaimana jika alat-alat ajaib itu benar-benar di dunia nyata. 


Komik Shinchan yang becerita tentang kekonyolan Shinchan, di beberapa chapter kadang becerita tetang keluarga Shinchan, dan kadang becerita tentang teman-teman Shinchan. Berbeda dengan Doraemon yang penuh dengan alat-alat ajaib, cerita Shinchan jauh lebih sederhana, ceritanya seperti di kehidupan nyata, realitis. Tapi fakta mengejutkan ternyata Komik Shinchan pada awalnya bukan ditunjukan untuk anak kecil tapi orang dewasa. memang beberapa dialog dan gambar cukup vulgar, tetapi tetap dikemas dengan komedi yang lucu. 

Selain komik-komik tersebut, aku juga sempat membaca beberapa komik dengan tema romance. Sayangnya, sekarang aku sudah tidak terlalu ingat judul-judulnya. Walaupun begitu, pengalaman membaca komik-komik tersebut tetap menjadi bagian dari perjalanan awalku mengenal berbagai jenis cerita.


Seiring waktu berjalan, banyak hal ikut berubah, termasuk cara membaca komik. Jika dulu aku membaca komik dalam bentuk buku fisik, sekarang aku lebih sering membaca komik secara digital. Perubahan ini terasa cukup besar, karena pengalaman membaca dari halaman buku kini berpindah ke layar ponsel.

Salah satu platform yang sering aku gunakan untuk membaca komik digital adalah Webtoon. Di sana ada banyak sekali komik menarik, termasuk karya dari kreator Indonesia. Menurutku, karya-karya tersebut memiliki gaya cerita yang unik dan tidak kalah menarik dibandingkan komik dari luar.

Beberapa judul yang cukup aku sukai di Webtoon antara lain Terlalu Tampan, Eggnoid, dan Lucid Dream. Ketiga komik ini memiliki cerita yang berbeda, tetapi semuanya memiliki daya tarik tersendiri. Terlalu Tampan misalnya, memiliki cerita yang ringan dan penuh humor. Sementara Eggnoid menghadirkan cerita yang lebih emosional, dan Lucid Dream menawarkan cerita yang terasa misterius.

Menariknya, seiring bertambahnya usia, selera komikku juga ikut berubah. Dulu aku lebih sering membaca komik yang ringan, lucu, dan mudah diikuti. Cerita-cerita seperti itu memang sangat cocok untuk menemani masa kecil.

Namun sekarang aku justru lebih tertarik dengan komik yang memiliki cerita lebih kompleks, terutama yang memiliki unsur thriller atau horor. Cerita dengan suasana tegang, misteri, dan konflik yang kuat terasa lebih menarik untuk diikuti.

Selain komik digital, aku juga cukup sering membaca manga. Biasanya hal ini berawal dari anime yang aku sukai. Ketika menonton anime dan merasa ceritanya menarik, aku sering merasa penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Karena itulah aku akhirnya membaca versi manganya.

Salah satu manga yang paling membekas bagiku adalah Attack on Titan. Ceritanya terasa sangat intens dan penuh ketegangan. Aku juga pernah membaca manga Demon Slayer dalam semalam.

Sebenarnya aku juga cukup sering mencoba membaca manga romance. Namun entah mengapa, kebanyakan dari manga tersebut tidak aku selesaikan sampai akhir. 

Saat ini, salah satu manga yang sedang aku baca adalah Chainsaw Man. Manga ini memiliki cerita yang unik dan berbeda dari manga pada umumnya. Gaya ceritanya terasa cukup berani, sehingga membuatnya menarik untuk terus diikuti.

Jika dipikir-pikir, perjalanan membaca komikku sudah cukup panjang. Dimulai dari komik-komik yang kubaca di perpustakaan kecil milik saudaraku, sampai komik digital yang sekarang bisa kubaca kapan saja melalui ponsel.

Meskipun cara membacanya sudah berubah, satu hal tetap sama: komik selalu berhasil menghadirkan cerita yang membuatku tenggelam di dalamnya. Dari cerita yang lucu, mengharukan, sampai yang penuh ketegangan, semuanya menjadi bagian dari pengalaman membaca yang tidak mudah dilupakan.

Komentar

Postingan Populer