Menelaah Puisi "Ujung-ujung Hujan" karya Aan Mansyur


Ujung-Ujung Hujan

dulu dalam dingin kita berpelukan

sambil membayangkan ujung-ujung hujan

sebagai kembang api yang merayakan

cinta yang tak akan pernah dijarakkan


sampai tibalah hari haru itu

kau berlalu, aku menutup pintu

dan ujung-ujung hujan yang jatuh

tumbuh jadi rerumputn dan perdu


hari ini, tiba-tiba aku ingat kau,

di dada jalan yang membawamu jauh

setiap ujung hujan yang menyentuh

adalah mekaran bunga-bunga beribu


 



Puisi "Ujung-Ujung Hujan" karya Aan Mansyur menceritakan kenangan manis dan pahit dari sebuah hubungan yang berakhir. 


Kenangan Manis

Pasangan berpelukan dalam dingin, membayangkan hujan sebagai kembang api yang merayakan cinta mereka yang tak terpisahkan.


Perpisahan

Mereka berpisah dengan sedih, dan hujan yang dulu melambangkan cinta kini tumbuh menjadi rerumputan, menandakan kehidupan yang terus berjalan meski telah berpisah.


Kenangan yang Tiba-tiba Muncul

Penulis tiba-tiba teringat kekasihnya saat hujan turun, menganggap setiap tetes hujan sebagai bunga yang mekar, simbol kenangan indah yang tetap hidup dalam ingatan.


—🌕

Komentar

Postingan Populer